Selasa, 17 September 2019

FUNGSI SEJARAH PENDIDIKAN



A. CIRI-CIRI PERISTIWA SEJARAH
1. Momen yang kekal sebab momen yang telah terjadi tak bias berubah-ubah dan dikenang tiap masa.
2. Momen yang unik sebab momen itu cuma terjadi satu kali dan tak pernah terulang kembali momen yang persis sama untuk kedua kalinya.
3. Momen yang penting dan bisa diciptakan suatu momentum dan suatu pembelajaran sebab memiliki arti dalam memastikan kehidupan orang banyak.

B. TUGAS POKOK ILMU SEJARAH
Ilmu sejarah bertugas untuk membuka kegelapan masa lampau umat manusia, memaparkan kehidupan manusia dalam beragam aspek kehidupannya serta mencontoh perkembangannya dari masa yang paling tua hingga hari ini.
M. Rostovtzeff, 1964. Ilmu sejarah bertujuan unutk mendapat ilustrasi mengenai perkembangan sejarah umat manusia pada masa lampau dengan metode menyelidiki dan menelaah seluruh momen dan fenomena dalam masyarakat manusia secara selektif, kemudian dibentuk secara kronologis-korektif dan sistematis sehingga didapat ilustrasi yang utuh dan terang mengenai masa lampau dalam beragam format dan corak.

C. RUANG LINGKUP ILMU SEJARAH
Obyek studi atau ruang lingkup sejarah bisa dibedakan menjadi dua jenis :
1. Sejarah dalam arti luas :
a.  Sejarah sebagai kenyataan dalam arti luas (in sensu lato, in broader sense) yang mencakup seluruh sesuatu yang pernah terjadi dalam perikehidupan manusia, serta seluruh gejala alamiah.
b. Segala momen bagus yang bersifat alamiah ataupun bersifat insaniah yang terjadi pada masa lampau (sejarah sebagai aktualitas, kenyataan, momen, in concerto).
2. Sejarah dalam arti terbatas (in sensu strict; in narrower sense):
Diawali dari ketika adanya ketidakhadiran manusia di dunia ini : manusia sebagai ciptaan Allah SWT merupakan mahluk adat istiadat (homo sapiens) antara lain mempunyai aspek-aspek sebagai homo socius atau zoon politicon (mahluk sosial) dan sebagai zoon historikon (mahluk bersejarah).

D. KONSEP WAKTU DALAM SEJARAH
Konsep waktu dalam sejarah : waktu masa lampau atau waktu yang lalu merupakan sesuatu yang penting dalam batasan sejarah sebab suatu momen atau kejadian yang tak mempunyai kekerabatan dengan kehidupan masyarakat manusia yang terjadi pada masa lampau bukanlah suatu momen sejarah.
Kejadian-kejadian pada masa lalu tak pernah terputus dari rangkaian kejadian masa sekarang dan masa yang akan datang, sehingga waktu dalam perjalanan sejarah merupakan suatu kontinuitas                   (kesinambungan).
Golongan waktu dalam ilmu sejarah menciptakan pembagian waktu berupa : jangka waktu, zaman, babakan waktu atau masa dan kurun. Kurun yakni kesatuan waktu yang isi, format ataupun waktunya tertentu.
1. Periodisasi  atau pembabakan waktu : salah satu pengerjaan strukturisasi waktu dengan pembagian atas sebagian babak, zaman atau jangka waktu. Jangka diamati sebagai suatu unit waktu dengan memberikan ciri-ciri tertentu. Tiap penggolongan atau pembagian (kategorisasi) senantiasa dibutuhkan adanya criteria (ukuran), karenanya disini periodisasi selalu membutuhkan criteria juga, ialah cirri-ciri yang membedakan satu dari yang lainnya. Dalam periodisasi diadakan serialisasi (urutan) rangkaian babakan berdasarkan zaman.
2. Kronologi berasal dari bahasa Yunani, ialah kronos : waktu dan logos : uraian. Jadi kronologis : format penulisan sejarah yang terutamanya terdiri atas urutan-urutan waktu kejadian atau momen yang terjadi pada masa lampau berdasarkan pembagian teratur dan yang menempatkan momen-momen di dalam urutan waktu yang ideal.
3. Kronik berasal dari bahasa Yunani, ialah kronikos : yang berkaitan dengan waktu. Jadi kronik pengertiannya merupakan : catatan sejarah seperti tambo dan babad ( sejarah tradisional ) berdasarkan urutan waktu, umumnya dijadikan oleh seorang pencatat sejarah istana atau kerabat istana, dimana hal-hal yang kurang bagus atau tak menyenagkan penguasa sedapat mungkin dihapuskan.

E. FUNGSI DAN KEGUNAAN SEJARAH
Fungsi sejarah sebagai ilmu bisa digolongkan ke dalam dua jenis, ialah :
1. Fungsi ilmiah (teoritis), berdasarkan Betrand Russel merupakan : untuk memungkinkan kita mengenal dan paham sesuatu, dan memungkinkan kita untuk melaksanakan sesuatu.
2. Fungsi praktis merupakan : pendidikan atau pengajaran bagi masyarakat lazim ialah untuk meningkatkan pengertian atau pemahaman yang mendalam dan lebih bagus perihal masa lampau ataupun masa kini dalam interelasinya antara masa kini dengan masa lampau.

Menrut Prof. Dr. Noegroho Notosusanto menggolongankan funsi sejarah menjadi empat ialah :
1. Fungsi edukatif (mengajar) : pembelajaran-pembelajaran dari sejarah (momen/kejadian pada masa lampau ) bisa membawa kita terhadap kebijaksanaan dan kearifan.
2. Fungsi instruktif (mengajarkan) : menolong manusia dalam mengajarkan untuk menghadapi kehidupan di atas muka bumi. Sebab sejarah mempersembahkan beragam aktivitas pengetahuan atau keterampilan masyarakat masa lampau terhadap kita untuk dicontoh, diteruskan dan dioptimalkan atau lebih disempurnakan.
3. Fungsi inspiratif (ilham) : memberikan ilham atau pandangan baru terhadap manusia.
4. Fungsi rekreatif : bisa memberikan kesenangan terhadap manusia.

F. PERANAN SEJARAH DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT
Peranan sejarah dalam kehidupan masyarakat merupakan sebagai penghubung generasi kini dengan generasi sebelumnya, sebab generasi kini bisa mengenal dan memahami beragam momen yang terjadi dalam kehidupan manusia pada masa lampau atau kehidupan generasi sebelumnya sehingga bisa  mengambil suatu pembelajaran atau diciptakan suatu cermin untuk bisa memastikan sikap dan langkah-langkah dalam kehidupannya di masa kini  dan untuk masa yang akan datang.

Fungsi Sejarah Pendididkan


Fungsi biasa sejarah yaitu sebagai sumber pengetahuan sejarah (sebagai kisah) ialah media untuk mengenal masa lampau, ialah mengenal momen – momen penting pada masa lampau dengan perbagai permasalahannya. Momen yang menjadi obyek sejarah persyaratan dengan pengalaman penting manusia yang penting artinya sebagai pembelajaran.

Fungsi Dan Kegunaan Sejarah :

a. Sejarah itu membangkitkan khayalan memperluas wawasan intelektual.

b. Memperdalam simpati.

c. Menolong mengatur yang hakekatnya dalam mimpi.

d. Wahana pas untuk mengajar manusia supaya berdaya upaya secara bebas mengajari terhadap masyarakat sistem berfkir mmeningkatkan kreatifitas.

e. Memberikan pembelajaran untuk mengetahui dirinya sendiri.

B. Fungsi khusus

Fungsi husus ialah fungsi sejarah secara lebih luas fungsi khusus sejarah terbagi atas fungsi intrinstik ( fungsi hakiki, fungsi yang menempel pada dirinya) dan fungsi ekstrinsik ( Fungsi keluar darinya).

Fungsi intrinsik

Ada sebagian fungsi intrinsik sejarah, akan tapi fungsi instriksik sejarah yang paling utma yaitu sebagai media untuk mengenal masa lampau dan sebagai ilmu.

Fungsi ekstrinsik

Sama halnya dengan ilmu – ilmu lain sejarah sebagai ilmu mempunyai fungsi ekstrinsik. Fungsi sejarah yang penting untuk dipahami yaitu fungsi eduktif, fungsi eduktif sejarah meliputi :

a. Pengajaran Akal ( penalaran )

b. Pendidikn adab

c. Kebijak sanaan

d. Pengajaran politik

e. Perubahan

f. Pengajaran masa depan

g. Sebaga ilmu tolong

a. Pengajaran Akal ( Penalaran)

Mempelajari sejarah secara historis, untuk menulis sejarah secara ilmiah, akan menyokong meningkatkan kekuatan logika orang yang bersangkutan. Hal itu disebabkan oleh sebagian hal, antara lain:

1. Sejarah sebagai ilmu menerangkan latar belakang terjadinya suatu momen. Terbukti penyebab terjadinya suatu momen tak cuma satu unsur, melainka bebeapa unsur yang saling berhubungan. Model terjadinya momen G.30.s/pki 1965, berarti sejarah mengajar orang berfikir pluricausal ( multi dimensional ) bukan berfikir plurikausal dalam bahasa/ tradisi sunda berfikif plurikausal idetik dengan “Boga Pikiran Rangkepan”

2. Sejarah sungguh-sungguh memphatikan waktu atau kronologisdiakroni. Berarti sejarah mengajar kita memliki kekuatan logika untuk memandang waktu dalam menjalani kehidupan.

3. Sejarah seharusnya ditulis menurut fakta akan tapi tak segala sumber mmuat fakta, dan tak setip fakta yaitu fakta sejarah. Berarti sejarah mengajar kita untuk mempunyai kekuatan logika yang dilandasi oleh sikap kritis.

b. Pengajaran Etika

Sejarah sarat denganpendidikan adab, sebab sejrah membongkar momen yang pada dasarnya memuat dua sifat, ialah bagus dan buruk, benar dan salah, mempunyai hak dan tak mempunyai hak, cinta dan benci dan lain-lain.

c. Pengajaran Kebijaksanaan.

Momen atau keadaan sulit tertentu bagus secara tersurat ataupun tersirat menampilkan adanya kebijakan atau kebijaksanaan.

Kebijaksanaan pada masa lampau sungguh-sungguh mungkin diciptakan bahan referensi dalam menghadapi kehidupan dimasa sekarang, berarti sejarah mempunyai fungsi pragmatis.

d. Pengajaran Politik.

Sejarah mengandung pengajaran politik sebab momen tertentu menyangkut perbuatan politik atau kesibukan bersifat politik.

e. Pengajaran Mengenai perubahan.

Sejarah yaitu cara kerja yang menyangkut perubahan, pada dasarnya kehidupan manusia terus berubah sedangkan kadr perubahan dari waktu kewaktu tak sama, perubahn itu terjadi sebab disengaja atau tak disengaja.

f.Pengajaran Mengenai Masa Depan.

Dengan mempelajari sejarah secara bagus dilandasi oleh sikap kritis, akan dapt memprediksi bagaimana kaprah – kaprah kehidupan dimasa depan ( Sejarah Tanda Untuk Membangun masa depan )

g.Sejarah Sebagai Ilmu Tolong.

Fungsi edukatif sejarah juga dijelaskan oleh sejarah sebagai ilmu tolong. Sejarah sebagai pengetahun dan ilmu bisa membanu menerangkan masalah yang dianalisa oleh ilmu – ilmu lain misal ( antropologi, sosiologi, ekonomi, politik, Tata dan lain-lain.

Artikel ini dipersembahkan oleh Sewa Kipas Sejuk