A. CIRI-CIRI PERISTIWA SEJARAH
1. Momen yang kekal sebab momen
yang telah terjadi tak bias berubah-ubah dan dikenang tiap masa.
2. Momen yang unik sebab momen
itu cuma terjadi satu kali dan tak pernah terulang kembali momen yang persis
sama untuk kedua kalinya.
3. Momen yang penting dan bisa
diciptakan suatu momentum dan suatu pembelajaran sebab memiliki arti dalam
memastikan kehidupan orang banyak.
B. TUGAS POKOK ILMU SEJARAH
Ilmu sejarah bertugas untuk
membuka kegelapan masa lampau umat manusia, memaparkan kehidupan manusia dalam
beragam aspek kehidupannya serta mencontoh perkembangannya dari masa yang
paling tua hingga hari ini.
M. Rostovtzeff, 1964. Ilmu
sejarah bertujuan unutk mendapat ilustrasi mengenai perkembangan sejarah umat
manusia pada masa lampau dengan metode menyelidiki dan menelaah seluruh momen
dan fenomena dalam masyarakat manusia secara selektif, kemudian dibentuk secara
kronologis-korektif dan sistematis sehingga didapat ilustrasi yang utuh dan
terang mengenai masa lampau dalam beragam format dan corak.
C. RUANG LINGKUP ILMU SEJARAH
Obyek studi atau ruang lingkup
sejarah bisa dibedakan menjadi dua jenis :
1. Sejarah dalam arti luas :
a. Sejarah sebagai kenyataan dalam arti luas (in
sensu lato, in broader sense) yang mencakup seluruh sesuatu yang pernah terjadi
dalam perikehidupan manusia, serta seluruh gejala alamiah.
b. Segala momen bagus yang
bersifat alamiah ataupun bersifat insaniah yang terjadi pada masa lampau
(sejarah sebagai aktualitas, kenyataan, momen, in concerto).
2. Sejarah dalam arti terbatas
(in sensu strict; in narrower sense):
Diawali dari ketika adanya
ketidakhadiran manusia di dunia ini : manusia sebagai ciptaan Allah SWT
merupakan mahluk adat istiadat (homo sapiens) antara lain mempunyai aspek-aspek
sebagai homo socius atau zoon politicon (mahluk sosial) dan sebagai zoon
historikon (mahluk bersejarah).
D. KONSEP WAKTU DALAM SEJARAH
Konsep waktu dalam sejarah :
waktu masa lampau atau waktu yang lalu merupakan sesuatu yang penting dalam
batasan sejarah sebab suatu momen atau kejadian yang tak mempunyai kekerabatan
dengan kehidupan masyarakat manusia yang terjadi pada masa lampau bukanlah
suatu momen sejarah.
Kejadian-kejadian pada masa lalu
tak pernah terputus dari rangkaian kejadian masa sekarang dan masa yang akan
datang, sehingga waktu dalam perjalanan sejarah merupakan suatu
kontinuitas
(kesinambungan).
Golongan waktu dalam ilmu sejarah
menciptakan pembagian waktu berupa : jangka waktu, zaman, babakan waktu atau
masa dan kurun. Kurun yakni kesatuan waktu yang isi, format ataupun waktunya
tertentu.
1. Periodisasi atau pembabakan waktu : salah satu pengerjaan
strukturisasi waktu dengan pembagian atas sebagian babak, zaman atau jangka
waktu. Jangka diamati sebagai suatu unit waktu dengan memberikan ciri-ciri tertentu.
Tiap penggolongan atau pembagian (kategorisasi) senantiasa dibutuhkan adanya
criteria (ukuran), karenanya disini periodisasi selalu membutuhkan criteria
juga, ialah cirri-ciri yang membedakan satu dari yang lainnya. Dalam
periodisasi diadakan serialisasi (urutan) rangkaian babakan berdasarkan zaman.
2. Kronologi berasal dari bahasa
Yunani, ialah kronos : waktu dan logos : uraian. Jadi kronologis : format
penulisan sejarah yang terutamanya terdiri atas urutan-urutan waktu kejadian
atau momen yang terjadi pada masa lampau berdasarkan pembagian teratur dan yang
menempatkan momen-momen di dalam urutan waktu yang ideal.
3. Kronik berasal dari bahasa
Yunani, ialah kronikos : yang berkaitan dengan waktu. Jadi kronik pengertiannya
merupakan : catatan sejarah seperti tambo dan babad ( sejarah tradisional )
berdasarkan urutan waktu, umumnya dijadikan oleh seorang pencatat sejarah
istana atau kerabat istana, dimana hal-hal yang kurang bagus atau tak
menyenagkan penguasa sedapat mungkin dihapuskan.
E. FUNGSI DAN KEGUNAAN SEJARAH
Fungsi sejarah sebagai ilmu bisa
digolongkan ke dalam dua jenis, ialah :
1. Fungsi ilmiah (teoritis),
berdasarkan Betrand Russel merupakan : untuk memungkinkan kita mengenal dan
paham sesuatu, dan memungkinkan kita untuk melaksanakan sesuatu.
2. Fungsi praktis merupakan :
pendidikan atau pengajaran bagi masyarakat lazim ialah untuk meningkatkan
pengertian atau pemahaman yang mendalam dan lebih bagus perihal masa lampau
ataupun masa kini dalam interelasinya antara masa kini dengan masa lampau.
Menrut Prof. Dr. Noegroho
Notosusanto menggolongankan funsi sejarah menjadi empat ialah :
1. Fungsi edukatif (mengajar) :
pembelajaran-pembelajaran dari sejarah (momen/kejadian pada masa lampau ) bisa
membawa kita terhadap kebijaksanaan dan kearifan.
2. Fungsi instruktif
(mengajarkan) : menolong manusia dalam mengajarkan untuk menghadapi kehidupan
di atas muka bumi. Sebab sejarah mempersembahkan beragam aktivitas pengetahuan
atau keterampilan masyarakat masa lampau terhadap kita untuk dicontoh,
diteruskan dan dioptimalkan atau lebih disempurnakan.
3. Fungsi inspiratif (ilham) :
memberikan ilham atau pandangan baru terhadap manusia.
4. Fungsi rekreatif : bisa
memberikan kesenangan terhadap manusia.
F. PERANAN SEJARAH DALAM
KEHIDUPAN MASYARAKAT
Peranan sejarah dalam kehidupan
masyarakat merupakan sebagai penghubung generasi kini dengan generasi
sebelumnya, sebab generasi kini bisa mengenal dan memahami beragam momen yang
terjadi dalam kehidupan manusia pada masa lampau atau kehidupan generasi
sebelumnya sehingga bisa mengambil suatu
pembelajaran atau diciptakan suatu cermin untuk bisa memastikan sikap dan
langkah-langkah dalam kehidupannya di masa kini
dan untuk masa yang akan datang.

