Fungsi biasa sejarah yaitu
sebagai sumber pengetahuan sejarah (sebagai kisah) ialah media untuk mengenal
masa lampau, ialah mengenal momen – momen penting pada masa lampau dengan
perbagai permasalahannya. Momen yang menjadi obyek sejarah persyaratan dengan
pengalaman penting manusia yang penting artinya sebagai pembelajaran.
Fungsi Dan Kegunaan Sejarah :
a. Sejarah itu membangkitkan
khayalan memperluas wawasan intelektual.
b. Memperdalam simpati.
c. Menolong mengatur yang
hakekatnya dalam mimpi.
d. Wahana pas untuk mengajar
manusia supaya berdaya upaya secara bebas mengajari terhadap masyarakat sistem
berfkir mmeningkatkan kreatifitas.
e. Memberikan pembelajaran untuk
mengetahui dirinya sendiri.
B. Fungsi khusus
Fungsi husus ialah fungsi sejarah
secara lebih luas fungsi khusus sejarah terbagi atas fungsi intrinstik ( fungsi
hakiki, fungsi yang menempel pada dirinya) dan fungsi ekstrinsik ( Fungsi
keluar darinya).
Fungsi intrinsik
Ada sebagian fungsi intrinsik
sejarah, akan tapi fungsi instriksik sejarah yang paling utma yaitu sebagai
media untuk mengenal masa lampau dan sebagai ilmu.
Fungsi ekstrinsik
Sama halnya dengan ilmu – ilmu
lain sejarah sebagai ilmu mempunyai fungsi ekstrinsik. Fungsi sejarah yang
penting untuk dipahami yaitu fungsi eduktif, fungsi eduktif sejarah meliputi :
a. Pengajaran Akal ( penalaran )
b. Pendidikn adab
c. Kebijak sanaan
d. Pengajaran politik
e. Perubahan
f. Pengajaran masa depan
g. Sebaga ilmu tolong
a. Pengajaran Akal ( Penalaran)
Mempelajari sejarah secara
historis, untuk menulis sejarah secara ilmiah, akan menyokong meningkatkan
kekuatan logika orang yang bersangkutan. Hal itu disebabkan oleh sebagian hal,
antara lain:
1. Sejarah sebagai ilmu
menerangkan latar belakang terjadinya suatu momen. Terbukti penyebab terjadinya
suatu momen tak cuma satu unsur, melainka bebeapa unsur yang saling
berhubungan. Model terjadinya momen G.30.s/pki 1965, berarti sejarah mengajar
orang berfikir pluricausal ( multi dimensional ) bukan berfikir plurikausal
dalam bahasa/ tradisi sunda berfikif plurikausal idetik dengan “Boga Pikiran
Rangkepan”
2. Sejarah sungguh-sungguh
memphatikan waktu atau kronologisdiakroni. Berarti sejarah mengajar kita
memliki kekuatan logika untuk memandang waktu dalam menjalani kehidupan.
3. Sejarah seharusnya ditulis
menurut fakta akan tapi tak segala sumber mmuat fakta, dan tak setip fakta
yaitu fakta sejarah. Berarti sejarah mengajar kita untuk mempunyai kekuatan
logika yang dilandasi oleh sikap kritis.
b. Pengajaran Etika
Sejarah sarat denganpendidikan
adab, sebab sejrah membongkar momen yang pada dasarnya memuat dua sifat, ialah
bagus dan buruk, benar dan salah, mempunyai hak dan tak mempunyai hak, cinta
dan benci dan lain-lain.
c. Pengajaran Kebijaksanaan.
Momen atau keadaan sulit tertentu
bagus secara tersurat ataupun tersirat menampilkan adanya kebijakan atau
kebijaksanaan.
Kebijaksanaan pada masa lampau
sungguh-sungguh mungkin diciptakan bahan referensi dalam menghadapi kehidupan
dimasa sekarang, berarti sejarah mempunyai fungsi pragmatis.
d. Pengajaran Politik.
Sejarah mengandung pengajaran
politik sebab momen tertentu menyangkut perbuatan politik atau kesibukan
bersifat politik.
e. Pengajaran Mengenai perubahan.
Sejarah yaitu cara kerja yang
menyangkut perubahan, pada dasarnya kehidupan manusia terus berubah sedangkan
kadr perubahan dari waktu kewaktu tak sama, perubahn itu terjadi sebab
disengaja atau tak disengaja.
f.Pengajaran Mengenai Masa Depan.
Dengan mempelajari sejarah secara
bagus dilandasi oleh sikap kritis, akan dapt memprediksi bagaimana kaprah –
kaprah kehidupan dimasa depan ( Sejarah Tanda Untuk Membangun masa depan )
g.Sejarah Sebagai Ilmu Tolong.
Fungsi edukatif sejarah juga
dijelaskan oleh sejarah sebagai ilmu tolong. Sejarah sebagai pengetahun dan
ilmu bisa membanu menerangkan masalah yang dianalisa oleh ilmu – ilmu lain
misal ( antropologi, sosiologi, ekonomi, politik, Tata dan lain-lain.
Artikel ini dipersembahkan oleh Sewa Kipas Sejuk
Artikel ini dipersembahkan oleh Sewa Kipas Sejuk

Tidak ada komentar:
Posting Komentar